Kita dalam Arah yang Sama

 

Part 1: Awal yang Sederhana (Akhir Part 1)

Hari-hari setelah itu berjalan dengan tenang.
Tidak ada pertengkaran besar.
Tidak ada drama yang melelahkan.

Hanya dua orang yang perlahan saling membiasakan diri.

Kadang kita tertawa sampai lupa waktu. Kadang juga saling diam karena sama-sama sibuk dengan dunia masing-masing. Tapi anehnya, bahkan dalam diam pun, aku tetap merasa dekat denganmu.

Sampai suatu malam, aku terbangun karena suara notifikasi dari ponselku.

Pesan darimu.

“Aku boleh jujur nggak?”

Aku yang masih setengah sadar langsung membuka chat itu.
Entah kenapa, dadaku tiba-tiba terasa tidak tenang.

“Jujur apa?” balasku pelan.

Beberapa menit tidak ada jawaban.

Aku menunggu sambil menatap layar ponsel yang gelap. Jam menunjukkan pukul 00.47. Di luar, hujan turun pelan, membuat malam terasa lebih sunyi dari biasanya.

Lalu pesanmu masuk.

“Sebenernya aku takut.”

Aku mengernyit kecil.

“Takut kenapa?”

Kali ini lebih lama. Sangat lama. Sampai aku berpikir mungkin kamu ketiduran.

Namun tepat saat aku ingin meletakkan ponsel, pesan itu muncul lagi.

“Aku takut kalau suatu hari nanti… kamu sadar kalau aku nggak sebaik itu untuk dipertahanin.”

Aku terdiam.

Untuk beberapa detik, aku tidak tahu harus menjawab apa.

Karena di balik caramu yang selalu tenang, ternyata ada banyak hal yang juga kamu sembunyikan. Dan untuk pertama kalinya, aku sadar… mungkin selama ini bukan cuma aku yang takut kehilangan.

Jari-jariku menggantung di atas keyboard.

Banyak hal ingin kutulis, tapi semuanya terasa tidak cukup.

Sampai akhirnya aku hanya mengetik satu kalimat:

“Kalau aku masih di sini sampai sekarang, berarti aku masih mau mencoba, kan?”

Pesan itu terkirim.

Dan setelahnya, tidak ada balasan lagi darimu malam itu.

Hanya tanda “dibaca”.

Tapi anehnya, justru diam itu membuat pikiranku penuh.

Tentang hubungan ini.
Tentang rasa takut yang ternyata kita simpan masing-masing.
Dan tentang satu pertanyaan yang tiba-tiba muncul di kepalaku—

Apakah dua orang yang sama-sama takut kehilangan… benar-benar bisa bertahan?

Bersambung ke Part 2…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DNS Lookup Tool

contoh laporan konfigurasi RIP ( Routing Information Protocol )

PEMECAHAN MASALAH LAPISAN APLIKASI JARINGAN LAN