Kita dalam Arah yang Sama
Part 1: Awal yang Sederhana (Akhir Part 1) Hari-hari setelah itu berjalan dengan tenang. Tidak ada pertengkaran besar. Tidak ada drama yang melelahkan. Hanya dua orang yang perlahan saling membiasakan diri. Kadang kita tertawa sampai lupa waktu. Kadang juga saling diam karena sama-sama sibuk dengan dunia masing-masing. Tapi anehnya, bahkan dalam diam pun, aku tetap merasa dekat denganmu. Sampai suatu malam, aku terbangun karena suara notifikasi dari ponselku. Pesan darimu. “Aku boleh jujur nggak?” Aku yang masih setengah sadar langsung membuka chat itu. Entah kenapa, dadaku tiba-tiba terasa tidak tenang. “Jujur apa?” balasku pelan. Beberapa menit tidak ada jawaban. Aku menunggu sambil menatap layar ponsel yang gelap. Jam menunjukkan pukul 00.47. Di luar, hujan turun pelan, membuat malam terasa lebih sunyi dari biasanya. Lalu pesanmu masuk. “Sebenernya aku takut.” Aku mengernyit kecil. “Takut kenapa?” Kali ini lebih lama. Sangat lama. Sampai aku berpikir mungkin kamu ketiduran. Na...