Kita, dalam Arah yang Sama
Part 1: Awal yang Sederhana (Lanjutan) Sejak malam itu, tidak ada yang benar-benar berubah setidaknya di permukaan. Kita masih seperti biasa. Masih saling mengirim pesan di sela-sela kesibukan. Masih saling mengingatkan hal-hal kecil. Masih tertawa di obrolan yang kadang tidak jelas arahnya. Tapi entah kenapa, rasanya jadi berbeda. Ada sesuatu yang lebih dijaga. Ada perasaan yang mulai hati-hati. Seolah tanpa kita sadari, hubungan ini pelan-pelan menemukan bentuknya sendiri. Aku mulai memperhatikan hal-hal yang dulu mungkin aku abaikan. Tentang bagaimana kamu selalu bilang, “Udah makan belum?” meskipun kamu sendiri sering telat makan. Tentang bagaimana kamu mengingat hal-hal kecil tentangku hal yang bahkan aku sendiri sering lupa. Dan tentang bagaimana kamu tetap ada, bahkan saat aku sedang tidak ingin bercerita. Kamu tidak memaksa. Tidak menuntut. Hanya… tetap tinggal. Dan anehnya, justru itu yang membuatku perlahan jatuh lebih dalam. Suatu sore, aku bertanya padamu, “Kenapa sih...