Kita, dalam Arah yang Sama
Part 1: Awal yang Sederhana Aku tidak pernah tahu sejak kapan semuanya terasa berbeda. Awalnya, kita hanya dua orang yang sering bertukar cerita. Tentang hari yang melelahkan, tentang hal-hal kecil yang kadang tidak penting, tapi selalu terasa ingin dibagikan. Tidak ada yang istimewa di awal, bahkan kita tidak pernah benar-benar merencanakan untuk sedekat ini. Aku masih ingat pertama kali kamu berkata, “Kalau capek, cerita aja. Nggak harus kuat sendiri.” Kalimat sederhana, tapi entah kenapa menetap lebih lama dari yang seharusnya. Sejak itu, aku mulai terbiasa dengan kehadiranmu. Bukan karena kamu selalu ada, tapi karena kamu selalu mencoba ada. Dan di dunia yang serba sibuk ini, usaha kecil seperti itu terasa begitu berarti. Kita bukan pasangan yang selalu punya waktu setiap saat. Kita juga bukan yang selalu romantis dengan kata-kata manis. Kadang, obrolan kita hanya tentang hal sepele kamu makan apa hari ini, aku lagi sibuk apa ataupun kamu sibuk apa, ada juga sekadar mengingat...